Sejarah Singkat

DSC04126

SMA NEGERI 99 JAKARTA

IDENTITAS SEKOLAH

Nama                      :    Negeri 99 Jakarta
Alamat                    :    Jalan Cibubur 2, Ciracas, JakartaTimur
Kode Pos                :    13720
Status Sekolah      :    Negeri / Sekolah Katagori Mandiri
NSS                         :    20103256
NIS                          :    301016410155
NSM                        :    20103256
Tipe Sekolah          :    A
Akreditasi               :    A (tahun 2012 oleh BAN)
No Telepon             :    021 8700979
Fax                           :    021 87704317
Tahun didirikan    :    1987
Status Tanah          :    Milik Negara, Sertifikat Hak Guna
Luas Tanah             :    10.800 m2.
Luas Bangunan      :    2.646 m2.

KEPEMIMPINAN

  1. Kepala  Sekolah
  2. Wakil Bidang Kurikulum (4 Asisten)
  3. Wakil Bidang Kesiswaan (4 Asisten)
  4. Wakil Bidang Sarpras (1 Asisten)
  5. Bidang Humas (1 Asisten)
  6. LITBANG
  7. KaTAS

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

  1. Guru : 67 orang (Pria = 31 Orang dan Wanita = 36 orang)
  2. Karyawan TAS : 15 orang
  3. Prakarya : 8 orang
  4. Satpam : 4 orang
  5. Pendidikan : S-2 = 7 orang, S-1 = 61 orang, Guru PNS : 64 orang, dan  Guru Honor = 5 orang.

 

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 99 Jakarta, berdiri sejak tahun 1987 tepatnya tanggal 17 Juli 1987. Pada tahun pertama pelajaran 1987-1988 sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Drs. Malani Manaf (Almarhum), Bangunan/Gedung SMAN 99 ( SMA BARU )  terdiri atas dua lantai yang meliputi 10 ruang kelas belajar, 1 ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha, 1 ruang Guru, 1 ruang Koperasi, 1 ruang Perpustakaan, 1 ruang OSIS, 1 ruang Laborotorium IPA, 1 ruang PMR, 1 ruang Serba Guna, dan 1 rumah penjaga sekolah dengan rombongan belajar sebanyak 9 kelas dan 432 siswa. Jalan menuju SMA BARU dari jalan raya masih dalam bentuk jalan setapak dan berputar.

Pengembangan dan pembangunan sarana prasarana belum banyak dapat dilakukan karena situasi dan kondisi di mana SMAN 99 masih bernama SMA BARU, input siswa dengan NEM di bawah rata-rata, keadaan ekonomi orang tua siswa yang kebanyakan juga di bawah rata-rata, domisili siswa yang jauh dari sekolah ( Depok, Cibinong, Sawangan, Cililitan, Bekasi/Pondok Gede ). Halaman sekolah yang penuh dengan ilalang dengan ketinggian/panjang di atas 80 cm dan lingkungan yang belum kondusif    ( masyarakat masih belum dapat menerima keberadaan SMA BARU ). Oleh karena itu pengembangan dan pembangunan yang diutamakan pada saat ini adalah bagaimana agar pelaksanaan KBM bisa berlangsung aman, tertib dan lancar, pendekatan kepada lingkungan agar dapat menerima keberadaan SMA BARU. Sedangkan untuk melengkapi sarana prasarana yang ada juga baru difokuskan pada sarana Olah Raga, yang diupayakan dengan membersihkan ilalang pada halaman sekolah secara swadaya dan gotong royong.  Pada tahun 1988, berdasarkan SK Kanwil Depdikbud DKI Jakarta nomor: 025/O/1988, tertanggal 8 Februari 1988 yang masih status SMA Baru, diubah namanya menjadi SMA Negeri 99 Jakarta.

Tahun Pelajaran 1989-1990, pada tahun ketiga sekolah berdiri, Kepala Sekolah Bapak Drs. Malani Manaf (Almarhum) diganti oleh Bapak LH. Simanjuntak, SH. Pada masa Kepala Sekolah Bapak LH. Simanjuntak, SH, baru dimulai pengembangan dan pembangunan sekolah antara lain: Penghijauan sekolah, Pembangunan rumah penjaga sekolah, Kantin, Musholla, Lapangan Olah Raga yang juga digunakan sebagai lapangan upacara, serta pembangunan pemasangan atap sekolah serta membeli tanah masyarakat yang menuju jalan Tipar ( jalan tanjakan sekarang  sebelah barat ). Pada tahun 1989-1990, kegiatan belajar mengajar diselenggarakan 2 shift, yaitu shift pagi bagi siswa kelas III sebanyak 9 kelas, siswa kelas II Fisika (A-1) 2 kelas, dan siswa kelas II Biologi (A-2) 2 kelas, sedangkan shift siang bagi siswa kelas II IPS (A-3) 5 kelas, dan siswa kelas I sebanyak 9 kelas. Dan pada tahun pelajaran inilah berhasil meluluskan siswa kelas III angkatan pertama.

Tahun Pelajaran 1993-1994 Kepala sekolah Bapak LH. Simanjuntak, SH, digantikan oleh Bapak Drs. H. Muchtar Aminudin, pengembangan dan pembangunan sarana dan prasana sekolah dilanjutkan. Bangunan sekolah menjadi 3 (tiga) lantai dengan penambahan : 9 ruang belajar, 1 ruang laboratorium bahasa, 1 ruang perpustakaan. Atas dasar kondisi sekolah yang memadai itu, maka kegiatan belajar mengajar dijadikan 1 shiht, sehingga semua kegiatan belajar mengajar kelas I, II, dan III dilakukan pada pagi hari. Pembangunan dan pengembangan sarana prasarana sekolah yang menunjang kegiatan pendidikan di sekolah masih terus dilakukan atas dasar kerjasama dengan BP-3 (orang tua murid) dengan hasil antara lain pelebaran lapangan Olah raga (Lapngan Upacara), pembuatan jembatan dan jalan tembus sebelah barat sekolah, memindahkan dan membuat kantin yang lebih baik dari sebelumnya, karena kantin yang lama letaknya berdekatan dengan musholla, serta pembangunan Masjid “Darussalam” SMA Negeri 99 yang pembangunannya tahap I (pertama) meliputi 1 (satu) lantai sudah selesai, dan diresmikan penggunannya oleh Kepala Kanwil Depdikbud DKI Jakarta yaitu Bapak Drs. H. Alwi Nurdin pada tanggal 1 Mei 1998.

Sejalan dengan perkembangan sekolah dari tahun ke tahun semakin baik, diikuti peningkatan prestasi sekolah baik akademik maupun non-akademik. Di bidang akademik berdasarkan NEM EBTANAS, sejak tahun pelajaran 1995-1996 peringkat sekolah dalam lingkungan rayon 17 berhasil mencapai peringkat 2 di bawah SMA Negeri 39. Di bidang non-akademik prestasi yang dapat dibanggakan SMA Negeri 99 mendapat peringkat 1 dalam lomba kebersihan antar sekolah se Jakarta Timur.

Tahun Pelajaran 1998-1999 Kepala Sekolah SMA Negeri 99 dari Bapak Drs. H. Muchtar Aminuddin digantikan oleh Bapak Drs. Sudarwanto, MM. Acara lepas sambut diadakan tanggal 9 Nopember 1998. Sedangkan Bapak Drs. H. Muchtar Aminuddin dipindah tugaskan ke SMA Negeri 42, Halim Jakarta Timur dan Bapak Drs. Sudarwanto, MM, sebelumnya bertugas di SMA Negeri 38, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada tahun pelajaran 1998-1999 prestasi akademik SMA Negeri 99 cukup membanggakan, berdasarkan NEM EBTANAS peringkat sekolah menjadi peringkat 1 (satu) untuk tingkat rayon 17, sedangkan untuk tingkat Jakrta Timur masuk dalam 10 (sepuluh) kelompok besar. Pada tahun 1999, melalui berbagai langkah dan pendekatan oleh Bapak Drs. Sudarwanto, MM, melanjutkan perbaikan dan pengembangan sarana dan prasana serta melanjutkan pembanguan Masjid “Darussalam” SMA Negeri 99 Jakkarta tahap II (dua) meliputi 2 (dua) lantai sampai selesai.

Tahun Pelajaran 2003-2004 Kepala Sekolah Bapak Drs. Sudarwanto, MM digantikan oleh Bapak Drs. Extris, acara lepas sambut dilaksanakan tanggal 2 Agustus 2003. Sedangkan Bapak Drs. Sudarwanto, MM sudah berakhir masa tugas sebagai PNS (pensiun), dan Bapak Drs. Extris, sebelumnya dan masih bertugas di SMA Negeri 58, Ciracas, Jakarta Timur. Selama kepemimpinan Bapak Drs. Extris yang hanya ± 2 (dua) bulan, jadi belum begitu banyak yang diperbuat untuk perbaikan/ peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 99 Jakarta.

Tanggal 15 Oktober 2003 diadakan acara serah terima Kepala Sekolah SMA Negeri 99 dari Bapak Drs. Extris kepada Ibu Dra. Endang Prasetyowati, MM. Sedangkan Bapak Drs. Extris dipindah tugaskan ke SMA Negeri 39 Cijantung, Jakarta Timur, dan Ibu Dra. Endang Prasetyowati, MM, sebelumnya bertugas di SMA Negeri 91, Kalimalang, Jakarta Timur. Pengembangan dan pembangunan sekolah baik bidang akademik maupun non akademik terus diupayakan sesuai dengan program yang ada, demikian juga dengan kegiatan ekskul siswa makin kreatif dan bervariasi dengan sejumlah piala yang diterima oleh SMA Negeri 99 Jakarta cukup membanggakan. Pembangunan Bidang Sarana seperti pengadaan Lab. Komputer menjadi 2 ( dua ) ruang dengan masing-masing 40 unit komputer pentium 3, perbaikan kantin dan pengadaan kamar mandi dekat kantin, perbaikan pagar dan sarana jalan SMA Negeri 99 Jakarta. Melanjutkan perbaikan dan pengembangan Masjid “Darussalam” SMA Negeri 99 Jakarta. Pada tanggal 4 Juli 2006, beliau merintis SMA Negeri 99 untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001;2000 bekerja sama dengan PT. Kualitas Konsulindo Utama Divisi CRDE.

Bulan Februari 2007 diadakan acara serah terima Kepala Sekolah SMA Negeri 99 Jakarta dari Ibu Dra. Endang Prasetyowati, MM kepada Ibu Dra. Yumani. Sedangkan ibu Dra. Endang Prasetyowati, MM dipindah tugaskan ke SMA Negeri 24 Jakarta dan Ibu Dra. Yumani, sebelumnya bertugas di SMA Negeri 43 Tebet, Jakarta Selatan. Selama kepemimpinan Ibu Dra. Yumani, pengembangan dan pembangunan sekolah baik bidang akademik maupun non akademik terus diupayakan sesuai dengan program yang ada, bahkan OSN untuk bidang Kebumian mendapat medali perak tingkat Nasional dan bidang ekonomi mendapatkan medali perunggu tingkat provinsi. Kegiatan ekskul makin kreatif dan bervariasi dengan piala / medali yang diterima oleh SMA Negeri 99 Jakarta sejumlah 116. Pembangunan Bidang Sarana sepertipembuatan tower internet isp, pembuatan kolam ikan di taman, gazebo, pembuatan lobi, pembetonan lapangan basket, penataan ulang ruang Kepala Sekolah, ruang Wakil Kepala Sekolah yang didalamnya terdapat ruang Manajemen, ruang Tata Usaha serta pemugaran Masjid Darussalam SMA Negeri 99 Jakarta. Up grade komputer di Lab Komputer sangat diupayakan oleh beliau dan pemasangan LCD projector di lantai 2. Menjelang akhir kepemimpinan beliau dari Juli hingga November 2010 Tahun Pelajaran 2010-2011 turut andil atas keberhasilan peserta didik lulusan Tahun Pelajaran 2010-2011 yang memperoleh prestasi peringkat pertama SMA Negeri dengan Nilai UN tertinggi di Provinsi DKI Jakarta, dan perolehan bantuan penggantian meja kursi siswa 4 kelas.

Tanggal 7 Oktober 2010 Bapak Drs. Agus Triyogo, MM dilantik menjadi Kepala SMAN 99 Jakarta menggantikan Ibu Dra. Yumani yang dipindah tugaskan ke SMA Negeri 30 Jakarta Pusat. Bapak Drs Agus Triyogo, MM sebelumnya bertugas di SMA Negeri 18, Jakarta Utara. Keberhasilan beliau mengantarkan peserta didik lulusan tahun pelajaran 2010-2011 memperoleh prestasi peringkat pertama SMA Negeri dengan Nilai UN tertinggi di Provinsi DKI Jakarta membuat harum nama baik sekolah. Pada tahun 2011-2012 prestasi sekolah tetap di 10 besar, peringkat 4 untuk program IPA dan peringkat 9 untuk program IPS. Pembangunan yang telah dilakukan adalah membangun ruang server untuk mendukung website dan e-learning sekolah, membuat rumah kompos, upgrade komputer di lab komputer, pemasangan LCD projector di lantai 3, pembuatan ruang komite, meneruskan pemugaran Masjid Darussalam SMA Negeri 99 sehingga lantai dua sudah dapat digunakan untuk Shalat, penanggulangan erosi sungai Cipinang Baru, pembuatan WC siswa putra, pemasangan penangkal petir, absensi elektronik siswa, perolehan bantuan penggantian kusen di lantai 1 dan 2 menjadi kusen alumunium, bantuan dari kemenkominfo melalui radnet berupa jaringan internet isp bandwith 1 Mbite, perolehan bantuan jaringan internet media Fiber Optik 24 Mbite, perolehan bantuan penggantian meja kursi siswa 21 kelas,  bantuan papan tulis elektronik, bantuan Lab Bahasa, bantuan Komputer, bantuan perpustakaan digital dan bantuan diesel 30 KV, bantuan loker guru, bantuan meja kursi TU, bantuan kursi istirahat siswa, bantuan mesin cetak berwarna.

Hari Senin tanggal 3 Desember 2012 Bapak Sakimin, S.Pd. dilantik menjadi Kepala SMA Negeri 99 Jakarta menggantikan Bapak Drs. Agus Triyogo, MM yang pada saat bersamaan dilantik pula menjadi Kepala SMAN 71 Jakarta

~~~~~###~~~~~